Iman itu soal apa yang diyakini seseorang.
Misalnya, ada orang yang yakin bahwa hari Sabtu adalah hari suci, dan untuk menghormati hari suci itu ia tidak akan makan sambal terasi, maka hak dia untuk meyakini hal itu. Para penggemar sambal terasi mungkin akan menganggap hal itu aneh. Tapi kita tidak bisa mengusik apa yang diyakini orang tersebut.
Islam meyakini bahwa Isa itu seorang nabi. Adapun Kristen meyakini beliau sebagai anak Tuhan. Jadi biarlah begitu. Tak mungkin iman Islam membatalkan iman Kristen, juga tak mungkin sebaliknya. Tidak mungkin hanya wujud satu keyakinan, bahwa Isa itu seorang nabi, sementara keyakinan bahwa ia seorang anak Tuhan harus dihapuskan. Demikian pula sebaliknya.
Misalnya, ada orang yang yakin bahwa hari Sabtu adalah hari suci, dan untuk menghormati hari suci itu ia tidak akan makan sambal terasi, maka hak dia untuk meyakini hal itu. Para penggemar sambal terasi mungkin akan menganggap hal itu aneh. Tapi kita tidak bisa mengusik apa yang diyakini orang tersebut.
Islam meyakini bahwa Isa itu seorang nabi. Adapun Kristen meyakini beliau sebagai anak Tuhan. Jadi biarlah begitu. Tak mungkin iman Islam membatalkan iman Kristen, juga tak mungkin sebaliknya. Tidak mungkin hanya wujud satu keyakinan, bahwa Isa itu seorang nabi, sementara keyakinan bahwa ia seorang anak Tuhan harus dihapuskan. Demikian pula sebaliknya.
Bahkan kalau ada orang menganggap sebatang pohon di pinggir jalan adalah Tuhan yang harus ia sembah, apa masalahnya buat kita?
Komentar
Posting Komentar