Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Selamat pagi (waktu Saudi) "murid-murid". Hari ini "cikgu" mau melanjutkan "Kuliah Virtual" sebelumnya yang berjudul "China: Partner Strategis Negara-Negara Arab Teluk" (bagi yang "mbolos sekolah" dan belum sempat baca postingan ini, silakan dibaca dulu). Seperti saya jelaskan, dulu, pada zaman "Perang Dingin" antara "Blok Kapitalis" Amerika melawan "Blok Komunis" Uni Soviet memang hubungan antara negara-negara Arab Teluk (Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Oman) dengan PRC (Republik Rakyat China) juga ikut "dingin" dan membeku karena PRC ngeblok Soviet, sedangkan negara-negara Arab Teluk ngeblok Ngamirika. Tapi itu dulu mas bro dan mbak sis. Sekarang zaman sudah berubah: Soviet sudah jadi almarhum, PRC (China) sudah menjadi "negara gado-gado" setengah komunis dan setengah kapitalis. Bahkan sejak beberapa dekade silam, China atau Tiongkok lebih mengutamakan ekonomi dan kemajuan negara/rakyat ketimbang masalah ideologi. Pelan tapi pasti, sikap negara-negara Arab Teluk atau biasa disebut GCC (Gulf Cooperation Council) juga berubah. Jika sebelumnya, mereka emoh membangun hubungan diplomatik dengan PRC, maka sejak pertengahan 1980-an, mereka mulai membuka diri dengan "Negeri Panda". Pada tahun 1984, Uni Emirat Arab membuka hubungan diplomatik dengan China, Qatar menyusul pada tahun 1988, Bahrain pada 1989, lalu Saudi pada 1990. Meskipun awalnya hubungan bilateral kedua negara (baik hubungan diplomatik "G to G" maupun relasi dagang "D to D") masih "malu-malu kucing", kini hubungan antara kedua kawasan ini (lagi, baik di jalur diplomatik mapun bisnis) sudah sangat terbuka dan terang-terangan berdasarkan azas simbiosis mutualisme. Sekarang "onta" dan "panda" saling berpelukan mesra. Para petinggi dari kedua kawasan saling berkunjung dan menyambangi dengan hangat (silakan baca postinganku sebelumnya). Hasilnya luar biasa: hubungan ekonomi GCC-China saat ini jauh melebihi relasi antara RRI (Republik Rakyat Iran) dan RRC (Republik Rakyat China) yang sudah sejak lama menjalin hubungan mesra. Pada tahun 2012 saja, perdagangan GCC-China mencapai $155 Milyar (bandingkan dengan Iran-China yang cuma $37 Milyar). Dalam satu dekade ke depan, GCC-China menargetkan $350 Milyar dalam investasi dagang. China sendiri, dalam satu dekade terakhir ini, merupakan eksportir terbesar (mengalahkan AS) untuk GCC dengan total ekspor senilai $60 Milyar per tahun. Sementara itu, China mengimpor minyak mentah dari GCC lebih dari 25% kebutuhan di negaranya (sedangkan impor minyak dari Iran hanya 9% saja). Kerja sama bisnis saling menguntungkan itu dilakukan di hampir semua sektor: energi, pertambangan (perminyakan), infrastruktur, konstruksi, telekomunikasi, tekstil, transportasi, aerospace, keuangan, dlsb. Perusahan-perusahan raksasa di kedua kawasan saling berinvestasi dan membuka cabang di GCC dan PRC. Awal tahun lalu, Presiden Xi Jinping kembali mengadakan lawatan ke Saudi (sebagai "bos" GCC) seperti foto di bawah ini (courtesy: Middle East Institute, Washington, DC) dan mengadakan pertemuan dengan Sekjen GCC, Abdul Latif bin Rasyid al-Zayani, untuk kembali memantapkan hubungan bisnis dan partnership PRC-GCC. Tahun sebelumnya, Presiden GCC Hamad bin Isa al-Khalifa yang juga Raja Bahrain, juga mengadakan lawatan ke China untuk memantapkan hubungan bilateral PRC-GCC. Dalam kunjungannya ke Saudi ini, Presiden Xi ditemani oleh sejumlah elit pejabat PRC seperti Yang Jiechi, Wang Huning, Li Zhanshu, dlsb. Kerjasama positif-konstruktif PRC dengan GCC (dan juga Timur Tengah secara umum) ini dilakukan di bawah platform dan strategi "One Belt, One Road" yang diinspirasi oleh filosofi kuno Tiongkok Tai Chi yang menekankan pada keseimbangan Yin dan Yang sebagai pembentuk Tao. Bagimana kisah selanjutnya hubungan mesra mereka? Faktor-faktor mendasar apakah yang mendasari hubungan mesra mereka yang dulu begitu "dingin" kini menjadi "hangat"?

Selamat pagi (waktu Saudi) "murid-murid". Hari ini "cikgu" mau melanjutkan "Kuliah Virtual" sebelumnya yang berjudul "China: Partner Strategis Negara-Negara Arab Teluk" (bagi yang "mbolos sekolah" dan belum sempat baca postingan ini, silakan dibaca dulu). Seperti saya jelaskan, dulu, pada zaman "Perang Dingin" antara "Blok Kapitalis" Amerika melawan "Blok Komunis" Uni Soviet memang hubungan antara negara-negara Arab Teluk (Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Oman) dengan PRC (Republik Rakyat China) juga ikut "dingin" dan membeku karena PRC ngeblok Soviet, sedangkan negara-negara Arab Teluk ngeblok Ngamirika. Tapi itu dulu mas bro dan mbak sis. Sekarang zaman sudah berubah: Soviet sudah jadi almarhum, PRC (China) sudah menjadi "negara gado-gado" setengah komunis dan setengah kapitalis. Bahkan sejak beberapa dekade silam, China atau Tiongkok lebih mengutam...

China: Partner Strategis Negara-Negara Arab Teluk

Banyak orang di Indonesia saya perhatikan salah paham dan gagal paham memahami hubungan China dengan negara-negara Arab Teluk seperti Saudi, Qatar, Bahrain, UEA, Kuwait, dan Oman. Mereka menganggap China hanya menjalin partnership dengan Iran, bukan negara-negara Arab. Ada juga yang berapologi kalau negara-negara Arab tidak mungkin menjalin relasi dengan China yang "komunis". Sejumlah asumsi itu sama sekali tidak benar. Haqqul yaqin keliru dan hoax. Dulu, sejak 1949, saat Mao Tse Tung dan Partai Komunis menguasai Tiongkok, kedua negara memang tidak memiliki hubungan bilateral, baik hubungan diplomatik maupun relasi bisnis karena China berada di "gerbong Soviet" yang komunis sementara negara-negara Arab Teluk, terutama Saudi sebagai komanandannya, berada di "blok Amerika" yang kapitalis. Tetapi sejak Uni Soviet rontok pada 1989 dan wilayah kekuasaanya "mbrodoli" sejak awal 1990-an, ditambah dengan China yang melakukan reformasi ...

Antara Politik Ulama dan Ulama Politik

Setiap kali pagelaran politik ini digelar, para ulama dan tokoh agama (termasuk ustad, pemimpin ormas keagamaan, penceramah, pimpinan institusi agama, akademisi, dlsb.) ikut sibuk menjadi "corong” atau " echo ” para politisi dan kandidat atau pasangan calon (paslon) tertentu. Bahkan tidak sedikit para tokoh agama dan ulama yang ikut terjun langsung menjadi "paslon” dan "cawan” (calon dewan) bersaing dengan tokoh-tokoh dari kubu lain. Fenomena paslon dan "cawan” dari kelompok ulama dan tokoh agama ini sudah menjadi trend dan "menggurita” pasca rontoknya rezim Orde Baru tahun 1998 yang menandai dibukanya kembali kran demokrasi di Indonesia setelah sekian lama "mati suri". Sejak itu, lantaran ada peluang dan kesempatan untuk menjadi politisi atau birokrat, banyak para tokoh agama dan ulama yang kambuh "syahwat” politiknya. Sampai saat ini, banyak tokoh agama dan ulama yang "ereksi” terhadap politi. Ulama "asketis”...

Sejarah Islam di Tiongkok (5)

Jika pada masa Dinasti Tang dan Dinasti Song, komunitas Muslim belum menunjukkan peran maksimal (simak "Kuliah Virtual" sebelumnya), maka pada masa Dinasti Yuan, umat Islam mulai memegang peran penting dan central di China (Tiongkok). Berdiri secara resmi pada tahun 1271, Yuan adalah dinasti yang dikontrol oleh etnik Mongol yang sebelumnya sukses menggulingkan Dinasti Song (Sung) yang dikendalikan oleh etnik Han. Sejak akhir abad ke-12 / awal abad ke-13, Mongol adalah kekuatan besar di seantero Asia dan Timur Tengah. Mongol menjadi kerajaan superpower sejak Jenghis Khan (w. 1227) berhasil menyatukan sejumlah suku nomad di berbagai kawasan di Asia. Kelak, Imperium Mongol mengalami masa kejayaan yang gemilang di tangan para cucu Jenghis Khan, terutama Hulagu Khan dan Kubilai Khan. Jika Hulagu Khan ini sukses menaklukkan Kerajaan Islam raksasa yang mulai ringkih pada abad ke-13, yaitu Daulah Abbasiyah, yang berpusat di Baghdad, pada tahun 1258, maka Kubilai ...

Konsep "Negara Islam" Itu Sekuler (2)

Seperti saya jelaskan sebelumnya, ide atau konsep "Negara Islam" itu adalah profan-sekuler, bukan sakral-relijius, karena konsep ini merupakan buah dari ijtihad, tafsir, pemikiran dan pemahaman manusia atas sejumlah ayat, teks, dan diskursus keislaman. Apapun yang lahir dari kreativitas pemikiran-kebudayaan manusia, maka itu adalah sekuler. Dalam konteks ini, maka kosnsep "Negara Islam" itu sama dengan konsep negara lainnya yang dibangun atas dasar atau dipengaruhi oleh sejumlah filosofi tertentu. Yang berbeda adalah fondasi filosofi atau sumber inspirasi negara tersebut. Misalnya, jika "Negara Islam" dibangun atas dasar atau diengaruhi oleh sejumlah teks dan wacana keislaman, maka "Negara Komunis" dibangun atas, dipengaruhi oleh, atau bersumber dari filosofi "Komunisme". Begitu pula negara-negara lain yang mengklaim sebagai "Negara Demokrasi" dibangun atas dasar sejumlah filosofi seperti liberalisme dlsb. ...

Konsep "Negara Islam" itu Sekuler

Anggapan sejumlah tokoh, sarjana, dan kelompok Islam di Indonesia (dan juga berbagai negara lain) bahwa konsep "Negara Islam" itu yang paling "agamis", "Islami", "Qur'ani", atau bahkan "Allahi" (maksudnya, sesuai dengan "kehendak Allah") itu sama sekali tidak benar. Semua konsep sistem politik-pemerintahan atau sistem ekonomi--apapaun namanya--adalah sekuler, dalam pengertian "produk pemikiran kebudayaan manusia". Sebagaimana sistem-sistem politik-pemerintahan lain yang ada di muka bumi dewasa ini, konsep "Negara Islam" (atau "daulah islamiyah") adalah buah dari ijtihad, pemahaman, tafsir, dan pemikiran sekelumit umat manusia, baik para sarjana-ideolog maupun politisi-aktivis Muslim, sebagai bentuk respons atas perkembangan sosial-politik-ekonomi yang terjadi di wilayah mereka masing-masing. Apapun yang namanya "produk pemikiran kebudayaan manusia" itu bersifat profan...

Sejarah Babi di Arab dan Timur Tengah (6)

Ini kelanjutan "kuliah virtual" tentang "Bab Perbabian" yang sudah cukup lama terlupakan. Dalam berbagai kuliah virtualku sebelumnya, saya sudah menguraikan panjang lebar tentang sejarah timbul dan tenggelamnya makhluk bernama babi (baik "babi liar" maupun "babi domesik") di kawasan Arab dan Timur Tengah pada umumnya. Silakan buka-buka sendiri file tentang ini, jika berminat. Seperti sudah saya jelaskan sebelumnya, ada banyak teori dan pandangan tentang kenapa babi musnah di sebagian besar wilayah di Timur Tengah (di sebagian wilayah Turki, Libanon, Iran, dan Aljazair masih bisa dijumpai hewan babi ini). Pula, sudah saya jelaskan, larangan terhadap babi ini bukan hanya dilaukan oleh suku-suku Israel kuno (Israelite) saja tetapi juga oleh suku-suku lain yang mendiami kawasan Timur Tengah. Begitu pula, saya sudah menjelaskan kalau dulu, dulu sekali, jauh sebelum era Masehi (apalagi era Islam), babi adalah "binatang primadona...

Imajinasi Jihad di Jalan Allah

Kalau dilihat dari foto ini (itupun kalau bukan hoax alias "foto editan" he he), sepertinya Pak Ustad Arifin Ilham sedang semangat latihan perang-perangan menggunakan parang. Ciaattt ciaaatttt. Mungkin ia sedang kangen dan merindukan suasana masa lampau Islam. Pak ustad yang hobi mewek dan nangis-nangis kalau ceramah ini juga beberapa kali menyerukan "jihad" (maksudnya "perang") dengan heroiknya dan "gagah perkasa". Jihad melawan siapa? Mau jihad dimana? Jihad melawan Pak Jokowi dan pemerintah? Itu mah bukan jihad namanya bro. Kalian baru "valid" melakukan jihad di Indonesia, kalau hak-hak seorang Muslim untuk beribadah dan berekspresi dibatasi dan diberangus seperti dulu zaman pemerintah kolonial. Lah sekarang, kalian bebas-merdeka mau melakukan apa saja gak ada masalah. Mau haji atau umrah puluhan kali silakan. Mau bikin masjid / musalla di tiap gang silakan. Mau bengak-bengok ceramah silakan. Bahkan sangking beb...

APAKAH PATUNG ITU BERHALA?

Bekerjalah sesukamu. Asal engkau tidak menduakan Tuhanmu, dan berkehndak ingin menandingi kekuasan-Nya, maka engkau berada pada koridor yang aman. Patung dalam al-Quran Dalam al-Qur’an ada dua jenis patung: PERTAMA: PATUNG YANG DISEMBAH. Patung inilah yang disebut sebagai berhala (ashnaam) dan anshaab. “Dan demi Allah, sungguh, aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu (ashnaamakum) setelah kamu pergi meninggalkannya.” (Qs. al-Anbiya 57) Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala. (Qs. Ibrahim 35) “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala (anshaab), mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (Qs. al-Maidah 90) Anshaab adalah berhala yang disembah dengan mengorbankan sesembaha...

Memilih pemimpin tak seagama

Seorang teman bertanya tentang dalil memilih pemimpin dalam pilkada yang berkenaan dengan calon non se-agama. Saya jawab begini: jika incumbent-nya baik, maka dalilnya adalah kaidah fiqih awlawiyyāt (fiqih prioritas) yang berbunyi begini: تقدم المصلحة المتيقنة من المصلحة المظنونة Kemaslahatan yang sudah jelas dimenangkan atas kemaslahatan yang baru berupa praduga atau janji2. Ada juga kaidah kelanjutannya: لا تترك المصلحة المتيقنة على المفسدة الموهومة Kemalasahatan yang sudah jelas tidak boleh ditinggalkan karena kerusakan yang belum terbukti atau baru praduga saja. Jika calon incumbent-nya buruk, maka dalilnya adalah: الضرر يزال بقدر الإمكان Bahaya sebisa mungkin harus disingkirkan. Selamat memilih. Dan ingat selalu, pilkada itu hanya urusan politik, tak ada kaitannya dengan agama. Kalaupun ada kaitannya, ya itu dikait-kaitkan saja. Bohong adalah senjata utama politik. Menyerang lawan demi kemenangan juga kebiasaan politik. Politik hanya soal kekuasaan, la...

SIAPA YANG MAU MENERAPKAN SYARIAH?

Dahulu, orang yang pertama kali merusak agama Ismail adalah Amr bin Luhay bin Qam'ah bin Khandzaf al-Khuza'i. Dia membawa Hubal dari Bani Amlek bin Lawidz bin Syam bin Nuh. Dia apercaya bahwa Hubal akan memberinya rejeki dan keamanan. Sejatinya yang dibawa oleh Amr al-Khuza'i adalah kebodohan, illiterasi, dan keengganan berpikir. Tiga hal ini merusak agama Ismail menjadi paganisme, seperti membawa keabiasaan buruk zoroaster yang dilakukan oleh Yezderged II dengan mengawini anaknya sendiri, masdakisme yang menjadikan perempuan sebagai milik bersama, atau keburukan kolonialisme Romawi yang juga gemar bertentangan dengan Kristen Syria dan Mesir. Dalam sufisme, hubal ini bukan hanya berwujud patung yang disembah, melainkan apa pun selain Allah yang disembah dan dipuja-puja. Diantara hal2 yang disembah adalah jabatan yang disalahgunakan, anak dan istri yang melalaikan, harta yang menjauhkan dari Allah, dan kekuasaan yang diselewengkan. Menurut Ibnu Athaillah Ass...

HUKUM MEMAKAI CADAR

INI adalah pendapat para ulama tentang cadar yang diterangkan kembali oleh Syaikh Muhammad al-Ghazali dalam al-Sunnah al-Nabawiyyah bayna Ahlil Fiqh wa Ahli al-Hadits. Seandainya semua wajah wanita di masa Nabi SAW. tertutup, mengapa kaum muslim diperintahkan agar menahan pandangan mereka? Lihat Qs. al-Nur 30: “Katakanlah kepada laki-laki beriman agar mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikain itu adalah lebih suci bagai mereka.” Masak iya mereka diharuskan menahan pandangan dari melihat punggung dan bahu? Menurut Syaikh al-Ghazali, menahan pandangan yang diperintahkan adalah melihat langsung ke arah wajah wanita. Ajarannya adalah: Laki-laki (wanita) boleh melihat wajah seorang lawan jenisnya, seharusnya ia tidak mengulangi pandangannya itu, sebagaimana tersebut dalam salah satu hadis, bahwa Rasulullah SAW. pernah bersabda, “Jangan mengikuti pandangan (pertama) dengan pandangan lainnya. (Halal) bagimu pandangan yang pertama, tetapi tidak de...

SAAT KEMASLAHATAN NEGARA DIDAHULUKAN DARIPADA TEKS ALQURAN

Buku karya Najmuddin al-Thufi Taqdim al-Mashlahah ‘ala al-Nash adalah buku pemikiran fiqih termasyhur karena pengerjaannya yang penuh dengan kepandaian. Kajiannya juga mudah dicerna mengenai praktik tahrif (penyelewengan) yang menginjak-injak sebagian nash-nash syariah. Thufi (w. 716 H.) adalah ahli fiqih madzhab Hambali yang sangat menonjol. Beliau pernah menulis kitab Syarh Arabin Nawawi sampai kepada pembahasan hadis Laa Dharara walaa Dhiraar (tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain) dan berpendapat bahwa Dharar (bahaya) dan Fasad (kerusakan) itu dinafikan dari syariah dan bahwa nash-nash (naskah-naskah) syariah itu menunjukkan kepada penerapan kemaslahatan. Maka beliau berpendapat bahwa hadis ini menunjukkan keumumannya atas penafian term fasad (kerusakan). Jika di dalam nash terdapat sesuatu yang disangka sebagai fasad (jika itu nash yang qath’I) yang bertentangan dengan kemaslahatan, maka kemaslahatannya tidak dianggap. Misalnya, jika ada dalil wajibny...

Arti Hadis Man Tasyabbaha Biqawmin

Dalam sebuah status di FB tentang OPB atau Orang Pintar Baru, seorang teman membahas mengenai haramnya duduk-duduk bersama orang-orang kafir; yang dikutip adalah Qs. al-Nisa ayat 140 yang berarti: “Dan sungguh, Allah telah menurunkan ketentuan kepadamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk bersama mereka, sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena (kalau kamu tetap duduk dengan mereka), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di neraka Jahanam.” Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa yang dilarang itu adalah jika orang Islam—yang notabene wajib atas mereka amar ma’ruf, nahyu munkar, dan berkata-kata baik—yang duduk di majelis dimana orang-orang di dalamnya menghina al-Quran, menertawakan ayat-ayat Allah, menertawakan Nabi SAW., dan ridha atas penghinaan itu, maka dia diangg...

Fiqih Awlawiyyat Dan Konsensus Bangsa

Saya kepingin sekali membahas rame-rame di Indonesia ini memakai pisau bedah Fiqih Awlawiyyat (Fiqih prioritas) dan Fiqih Muwazanat (Fiqih Perbandingan). Tetapi, baru saja mau memulai membahasnya, saya terbentur pada aturan baku dalam berfiqih, yaitu mendahulukan hal-hal yang bersifat Dharuriyaat (kebutuhan yang tanpanya kita mati), atas hal-hal yang bersifat haajjiyyaat (hal-hal yang tanpanya hidup akan menderita); mendahulukan hal-hal yang bersifat haajjiyyaat atas hal-hal yang bersifat tahsinaat (kebutuhan tersier untuk kesempurnaan atau pelengkap hidup saja). Ini saja membutuhkan pemikiran yang mendalam yang seharusnya dilakukan bersama-sama oleh para ulama dan para pakar ketatanegaraan, hukum, politik, ekonomi, dan militer, yang dilakukan secara jujur tanpa ada kepentigan politik dan uang. Diskusi inilah yang akan menentukan mana hal-hal dharuriyyah bagi bangsa ini, yang jika tidak dilakukan akan menghancurkan kehidupan bangsa Indonesia; mana yang haajjiyah, yang jug...

AL-MUKMINU MIR’ATUL MUKMIN

Syaikh Abdul Qadir al-Jailani mengartikan hadis dalam judul tulisan ini adalah bahwa orang mukmin itu adalah cermin dari Allah Yang Maha Pemberi rasa aman. Maksudnya adalah bahwa jika ingin melihat apakah seseorang itu dekat dengan Allah atau tidak, maka lihatlah perilakunya. Jika perilakunya dalam tataran tertentu itu seperti Allah dalam sifat-sifat yang boleh dimiliki oleh manusia, maka manusia itu dekat dengan Allah. Sifat-sifat itu adalah seperti Pengasih, Penyayang, Penyabar, Penyantun, Pemurah, Memberikan rahmat, Menyebarkan kedamaian, Menyenangkan makhluk lain, Kreatif, Lembut, Memberi/membagi rizki, Pemaaf, Menolong, Memberi penghargaan, Mencintai, Mengayomi, dan Mendidik/mengajarkan ilmu. Sedangkan Maulana Jalaluddin Rumi mengartikan hadis al-Mukminu Mir’atul Mukmin itu adalah bahwa seorang mukmin itu adalah cermin bagi mukmin yang lain. Jika ada orang mukmin yang beruat buruk, maka keburukannya adalah keburukan kita juga. Dengan cara tertentu seharusnya seti...

LOGICAL DIVISION: SIMPLIFIKASI DIKOTOMI SYIAH NON-SYIAH

Orang yang mengajarkan kepada Anda dikotomi, seperti Syiah non Syiah, kafir non kafir, itu alasan secara manthiq-nya adalah karena tidak cukup pengetahuan mengenai denotasi sebagai unsur penting dari logical division. Malah, biasanya, para pengajar itu seringkali tersandung pada cross division atau division yang overlap. Kenapa? Tentu karena ketakmengertiannya mengenai cara berpikir yang logis. Contohnya adalah pemberita an uk.reuters.com mengenai ditemukannya logistik sumbangan IHR yang dipimpin oleh bachtiar nasir. Dengan menyebut bahwa masyarakat harus berhati-hati dengan media Syiah, dr. bachtiar seperti ingin mengatakan bahwa berita apa pun yang bertentangan dengan yang dilakukannya adalah Syiah. Dia seperti menggolongkan Syiah sebagai spesia di bawah genera yang serampangan. Dalam logical division yang benar, segitiga adalah spesia di bawah genera bidang datar; bangsa adalah spesia di bawah genera manusia; syiah adalah spesia di bawah genera madzhab Islam (...

Karya Yang Menyalahi Amanah

SESEORANG berkata, “Aduh, saya melupakan sesuatu.” Lalu, karena melupakan sesuatu itu, entah dompet, handphone, kunci rumah, dan seterusnya, maka dia menjadi galau, uring-uringan, dan merasa bahwa segalanya telah hancur. Padahal, dia telah mengalami hal seperti ini berulang-ulang kali, hidupnya tidak pernah hancur. Ketahuilah, melupakan banyak hal itu tidak berarti apa-apa dibandingkan kita melupakan satu hal. Satu hal itu adalah sesuatu yang pernah dititipkan oleh Allah kepada langit, lalu langit menolaknya. Pernah pula dititipkan kepada bumi, bumi pun menolaknya. Juga kepada gunung, gunung pun tidak bersedia menolaknya. Lalu sekonyong-konyong manusia mau mengembannya. Allah SWT. berifman dalam Qs. al-Ahzab 72, bahwa Dia telah menawarkan amanah kepada langit dan bumi serta gunung-gunung, semuanya enggan memikulnya dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu banyak berbuat dzalim dan amat bodoh. Apakah aman...