Seorang teman bertanya tentang dalil memilih pemimpin dalam pilkada yang berkenaan dengan calon non se-agama.
Saya jawab begini: jika incumbent-nya baik, maka dalilnya adalah kaidah fiqih awlawiyyāt (fiqih prioritas) yang berbunyi begini:
Saya jawab begini: jika incumbent-nya baik, maka dalilnya adalah kaidah fiqih awlawiyyāt (fiqih prioritas) yang berbunyi begini:
تقدم المصلحة المتيقنة من المصلحة المظنونة
Kemaslahatan yang sudah jelas dimenangkan atas kemaslahatan yang baru berupa praduga atau janji2.
Ada juga kaidah kelanjutannya:
لا تترك المصلحة المتيقنة على المفسدة الموهومة
Kemalasahatan yang sudah jelas tidak boleh ditinggalkan karena kerusakan yang belum terbukti atau baru praduga saja.
Jika calon incumbent-nya buruk, maka dalilnya adalah:
الضرر يزال بقدر الإمكان
Bahaya sebisa mungkin harus disingkirkan.
Selamat memilih. Dan ingat selalu, pilkada itu hanya urusan politik, tak ada kaitannya dengan agama. Kalaupun ada kaitannya, ya itu dikait-kaitkan saja. Bohong adalah senjata utama politik. Menyerang lawan demi kemenangan juga kebiasaan politik. Politik hanya soal kekuasaan, lain tidak. Partai-partai Islam pernah mendukung calon non muslim yaitu pada saat terjadi deal. Jika tidak terjadi deal, maka partai-partai yang sama akan memakai dalil agama untuk mengharamkan calon non muslim. It's about power and money, nothing else. Namun begitu, pilihlah yang menurut Anda paling sedikit keburukannya.(Khoiron MA)
Kemaslahatan yang sudah jelas dimenangkan atas kemaslahatan yang baru berupa praduga atau janji2.
Ada juga kaidah kelanjutannya:
لا تترك المصلحة المتيقنة على المفسدة الموهومة
Kemalasahatan yang sudah jelas tidak boleh ditinggalkan karena kerusakan yang belum terbukti atau baru praduga saja.
Jika calon incumbent-nya buruk, maka dalilnya adalah:
الضرر يزال بقدر الإمكان
Bahaya sebisa mungkin harus disingkirkan.
Selamat memilih. Dan ingat selalu, pilkada itu hanya urusan politik, tak ada kaitannya dengan agama. Kalaupun ada kaitannya, ya itu dikait-kaitkan saja. Bohong adalah senjata utama politik. Menyerang lawan demi kemenangan juga kebiasaan politik. Politik hanya soal kekuasaan, lain tidak. Partai-partai Islam pernah mendukung calon non muslim yaitu pada saat terjadi deal. Jika tidak terjadi deal, maka partai-partai yang sama akan memakai dalil agama untuk mengharamkan calon non muslim. It's about power and money, nothing else. Namun begitu, pilihlah yang menurut Anda paling sedikit keburukannya.(Khoiron MA)
Komentar
Posting Komentar