Langsung ke konten utama

SARIYYAH DAN GHAZWAH: MENGUSAHAKAN KEDAMAIAN UMMAT ISLAM

Muhammad Abu Syuhbah dalam al-Sirah al-Nabawiyyah ala Dhaw' al-Quran wa al-Sunnah, Barik al-Umri dalam al-Saraya wa al-Bu'uts al-Nabawiyyah Haula al-Madinah wa al-Makkah, dan Abu Bakar ahmad bin al-Husain al-Baihaqi dalam Dalail al-Nubuwwah meriwayatkan hadis ini beserta hadis Sariyyah pertama yang dipimpin oleh Sayyidina Hamzah:
عن أُبيّ بن كعب رضي الله عنه قال: لما قدم رسول الله صلى الله عليه وسلم وأَصحابه المدينة وآوتهم الأَنصار رمتهم العرب عن قوس واحدة، كانوا لا يبيتون إلا بالسلاح، ولا يصبحون إلاَ فيه، فقالوا: ترون نعيش حتى نبيت آمنين مطمئنين لا نخاف إلاَ الله؟! فنزلت «وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ». [الحاكم (2/401) وصححه ووافقه الذهبي]
Dari Ubay bin Ka’b ra. dia berkata: saat Rasulullah SAW. dan sahabat-sahabatnya sampai di Madinah, dan dilindungi oleh Anshar, orang-orang Arab menyerang mereka. Mereka (yaitu masyarakat Madinah) selalu membawa pedang. Mereka berkata, “Akankah kita hidup dalam keadaan damai, dimana kita tidak takut kecuali kepada Allah?” Maka turunlah ayat Qs. al-Nur 55.
Setelah itu baru Rasulullah SAW. mengirim Sayyidina Hamzah untuk melakukan Sariyyah atau pengintaian pertama.
Seharusnya, dari sini Anda-Anda faham kenapa Rasulullah SAW. melakukan Sariyyah, bahkan peperangan? Karena Rasulullah SAW. mengusahakan kedamaian bagi ummat Islam, yang selama ini diterror oleh orang-orang Arab. Perlu diketahui, bahwa penduduk Madinah tidaklah sama dengan penduduk Makkah (kala itu). Penduduk Makkah adalah masyarakat padang pasir yang terbiasa melakukan perampasan (al-salabi) dan perampokan (al-nahabi). Sedangkan penduduk Madinah itu seperti masyarakat Indonesia yang agraris dan terbiasa dengan ketentraman dan kedamaian.
Ada dua makna yang bisa kita ambil: Pertama, Rasulullah SAW. tidak melakukan perang karena semata-mata melaksanakan perintah jihad. Kedua, Perang dilakukan karena mencari kedamaian. Bukan membuat negara yang damai menjadi negara perang, hanya untuk mencari pahala jihad.
Sariyyah ini ditujukan untuk memata-matai pergerakan para terroris dengan manfaat ikutan, yaitu untuk menggetarkan hati para terroris itu. Konon, Abu Jahal ketakutan setelah perjumpaannya dengan pasukan pengintai yang dipimpin oleh Sayyidina Hamzah itu, demikian juga suku-suku yang lain yang terbiasa melakukan terror-terror.
Jangan dibalik seperti kasus bom Sarinah, dimana orang-orang yang mengaku Islam itu melakukan Sariyyah (konon tujuannya untuk membuat takut pemerintah Indonesia yang dianggap thoghut) di negara Islam yang damai. Jelas sangat berbeda dengan yang dilakukan oleh Nabi SAW. dan para sahabatnya (Khoiron MA)





Komentar

Postingan populer dari blog ini

AL-MUKMINU MIR’ATUL MUKMIN

Syaikh Abdul Qadir al-Jailani mengartikan hadis dalam judul tulisan ini adalah bahwa orang mukmin itu adalah cermin dari Allah Yang Maha Pemberi rasa aman. Maksudnya adalah bahwa jika ingin melihat apakah seseorang itu dekat dengan Allah atau tidak, maka lihatlah perilakunya. Jika perilakunya dalam tataran tertentu itu seperti Allah dalam sifat-sifat yang boleh dimiliki oleh manusia, maka manusia itu dekat dengan Allah. Sifat-sifat itu adalah seperti Pengasih, Penyayang, Penyabar, Penyantun, Pemurah, Memberikan rahmat, Menyebarkan kedamaian, Menyenangkan makhluk lain, Kreatif, Lembut, Memberi/membagi rizki, Pemaaf, Menolong, Memberi penghargaan, Mencintai, Mengayomi, dan Mendidik/mengajarkan ilmu. Sedangkan Maulana Jalaluddin Rumi mengartikan hadis al-Mukminu Mir’atul Mukmin itu adalah bahwa seorang mukmin itu adalah cermin bagi mukmin yang lain. Jika ada orang mukmin yang beruat buruk, maka keburukannya adalah keburukan kita juga. Dengan cara tertentu seharusnya seti...

Sejarah Babi di Arab dan Timur Tengah (6)

Ini kelanjutan "kuliah virtual" tentang "Bab Perbabian" yang sudah cukup lama terlupakan. Dalam berbagai kuliah virtualku sebelumnya, saya sudah menguraikan panjang lebar tentang sejarah timbul dan tenggelamnya makhluk bernama babi (baik "babi liar" maupun "babi domesik") di kawasan Arab dan Timur Tengah pada umumnya. Silakan buka-buka sendiri file tentang ini, jika berminat. Seperti sudah saya jelaskan sebelumnya, ada banyak teori dan pandangan tentang kenapa babi musnah di sebagian besar wilayah di Timur Tengah (di sebagian wilayah Turki, Libanon, Iran, dan Aljazair masih bisa dijumpai hewan babi ini). Pula, sudah saya jelaskan, larangan terhadap babi ini bukan hanya dilaukan oleh suku-suku Israel kuno (Israelite) saja tetapi juga oleh suku-suku lain yang mendiami kawasan Timur Tengah. Begitu pula, saya sudah menjelaskan kalau dulu, dulu sekali, jauh sebelum era Masehi (apalagi era Islam), babi adalah "binatang primadona...

Musuh Islam

Banyak orang Islam yang hidup di abad XXI dengan alam pikiran abad VII. Maksudnya? Ya. Mereka masih memelihara mind set orang-orang Islam di masa Mekkah dan Madinah. Di masa itu orang Islam dimusuhi oleh Quraisy Mekah, diteror, dan diperangi. Sekarang pun pikiran mereka masih seperti itu, selalu menganggap ada sekelompok manusia yang memusuhi Islam, Orang-orang ini selalu menghubungkan kejadian apapun dengan prinsip bahwa Islam selalu dimusuhi dan dizalimi. Apapun yang dilakukan oleh orang lain, dimaknai dengan cara seperti itu. Jangankan perbuatan jahat, perbuatan baik pun mereka curigai. Orang memberi bantuan pada korban bencana, misalnya, mereka tuduh hendak memurtadkan. Tak cukup sampai di situ. Mereka bahkan berfantasi soal orang-orang Islam sendiri, yang mereka tuduh munafik, dan bekerja untuk menghancurkan Islam dari dalam. Yang berbeda pandangan dengan mereka, langsung divonis begitu. Sakit, bukan? Sebenarnya, kalau mereka mau baca sejarah sedikit saja, suasana dizalimi itu...