Langsung ke konten utama

FOR YOUR INFO, I LOVE AHLUL BAYT

Di bawah ini adalah ketidakadilan2 terhadap Imam Ali, dan juga Syiah, baik dalam hadis maupun sejarah. Masa iya pembunuh Imam Ali hanya dibid'ahkan, sedangkan pembunuh Umar bin Khaththab dikafirkan. Pembunuh Imam ini pun dimasukkan kedalam list para sahabat Nabi SAW. Sedangkan pembunuh Umar bin Khaththab dimasukkan golongan yang memusuhi Nabi SAW. Padahal di dalam hadis yg diriwayatkan oleh ibnu al-Atsir dalam Usdul Ghābah, pembunuh Imam Ali disebut sebagai asyqa al-Akhirin (Orang yang paling menderita di zaman akhir) oleh Nabi SAW. How come asyqa al-ākhirīn masuk dalam deretan sahabat? Lihatlah, hanya untuk menghidupkan hatimu. Minimal sebagai tambahan info. Saya sunni, tapi saya jelas mencintai keluarga Rasulullah SAW. Masa iya meriwayatkan fadhail ahlul bayt dianggap sebagai kriteria mendhaifkan perawi? Dunia macam apa ini, mencintai Nabi dan keluarganya sendiri dianggap orang lemah?
...



(Dalam Minhāj al-Sunnah al-Nabawiyyah, Ibnu Taimiyyah mengkafirkan pembunuh Umar bin Khaththab, sedangkan Ibnu Muljam (pembunuh Imam Ali) hanya dihukumi pelaku bid'ah yang sesat.
...
Dalam al-Ishābah, al-Qādhi Husain melarang orang melaknat Ibnu Muljam karena dianggap sahabat.



...
Dalam Tajrid Asmā' al-Shahābah, al-Dzahabi juga memasukkan Ibnu Muljam dalam dereta nama sahabat.
...

Dalam Usdul Ghābah, Ibnu al-Atsir mengutip hadis asyqa al-Awwaliin (orang yang paling menderita dari golongan sebelum Nabi SAW) wa asyqa al-Akhirin (Orang yang paling menderita di zaman akhir). Asyqa al-Awwalin adalah pembunuh onta Nabi Saleh as. Asyqa al-ākhirīn adalah pembunuh Imam Ali. How come asyqa al-ākhirīn masuk dalam deretan sahabat?
...
Ubaidillah bin Musa al-Abbasi (Syiah) adalah salah1 dari gurunya Imam Bukhari
...
Abu Rafi' adalah Syiah-nya Imam Ali, pengumpul hadis, penjaga baytul mal di Kufah di zaman Imam Ali, penulis kitab al-Sunan, Ahkam, dan Qadhāyā. Demikian juga Ubaidillah bin Abi Rafi', Ali bin Abi Rafi', Ashbagh bin Nubatah, Harits bin Abdillah, Rabiah bin Sami', dan Maitsam al-Tamar.
...
Dalam Tarjamah Ziyad al-Mindzir, Yahya Ibnu Main mendaifkannya karena pernah meriwayatkan fadhail ahlul bayt.




...

(khoiron MA)

 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AL-MUKMINU MIR’ATUL MUKMIN

Syaikh Abdul Qadir al-Jailani mengartikan hadis dalam judul tulisan ini adalah bahwa orang mukmin itu adalah cermin dari Allah Yang Maha Pemberi rasa aman. Maksudnya adalah bahwa jika ingin melihat apakah seseorang itu dekat dengan Allah atau tidak, maka lihatlah perilakunya. Jika perilakunya dalam tataran tertentu itu seperti Allah dalam sifat-sifat yang boleh dimiliki oleh manusia, maka manusia itu dekat dengan Allah. Sifat-sifat itu adalah seperti Pengasih, Penyayang, Penyabar, Penyantun, Pemurah, Memberikan rahmat, Menyebarkan kedamaian, Menyenangkan makhluk lain, Kreatif, Lembut, Memberi/membagi rizki, Pemaaf, Menolong, Memberi penghargaan, Mencintai, Mengayomi, dan Mendidik/mengajarkan ilmu. Sedangkan Maulana Jalaluddin Rumi mengartikan hadis al-Mukminu Mir’atul Mukmin itu adalah bahwa seorang mukmin itu adalah cermin bagi mukmin yang lain. Jika ada orang mukmin yang beruat buruk, maka keburukannya adalah keburukan kita juga. Dengan cara tertentu seharusnya seti...

Sejarah Babi di Arab dan Timur Tengah (6)

Ini kelanjutan "kuliah virtual" tentang "Bab Perbabian" yang sudah cukup lama terlupakan. Dalam berbagai kuliah virtualku sebelumnya, saya sudah menguraikan panjang lebar tentang sejarah timbul dan tenggelamnya makhluk bernama babi (baik "babi liar" maupun "babi domesik") di kawasan Arab dan Timur Tengah pada umumnya. Silakan buka-buka sendiri file tentang ini, jika berminat. Seperti sudah saya jelaskan sebelumnya, ada banyak teori dan pandangan tentang kenapa babi musnah di sebagian besar wilayah di Timur Tengah (di sebagian wilayah Turki, Libanon, Iran, dan Aljazair masih bisa dijumpai hewan babi ini). Pula, sudah saya jelaskan, larangan terhadap babi ini bukan hanya dilaukan oleh suku-suku Israel kuno (Israelite) saja tetapi juga oleh suku-suku lain yang mendiami kawasan Timur Tengah. Begitu pula, saya sudah menjelaskan kalau dulu, dulu sekali, jauh sebelum era Masehi (apalagi era Islam), babi adalah "binatang primadona...

Musuh Islam

Banyak orang Islam yang hidup di abad XXI dengan alam pikiran abad VII. Maksudnya? Ya. Mereka masih memelihara mind set orang-orang Islam di masa Mekkah dan Madinah. Di masa itu orang Islam dimusuhi oleh Quraisy Mekah, diteror, dan diperangi. Sekarang pun pikiran mereka masih seperti itu, selalu menganggap ada sekelompok manusia yang memusuhi Islam, Orang-orang ini selalu menghubungkan kejadian apapun dengan prinsip bahwa Islam selalu dimusuhi dan dizalimi. Apapun yang dilakukan oleh orang lain, dimaknai dengan cara seperti itu. Jangankan perbuatan jahat, perbuatan baik pun mereka curigai. Orang memberi bantuan pada korban bencana, misalnya, mereka tuduh hendak memurtadkan. Tak cukup sampai di situ. Mereka bahkan berfantasi soal orang-orang Islam sendiri, yang mereka tuduh munafik, dan bekerja untuk menghancurkan Islam dari dalam. Yang berbeda pandangan dengan mereka, langsung divonis begitu. Sakit, bukan? Sebenarnya, kalau mereka mau baca sejarah sedikit saja, suasana dizalimi itu...