Joke Buringa, Penasihat Senior di Yaman di Kementerian Luar Negeri
Belanda, menulis dalam sebuah artikel berjudul "Divide and Rule: Saudi
Arabia, Oil and Yemen”, karena takut suatu saat Iran memblokade Selat
Hormuz, Saudi mencari jaringan pipa melalui Yaman. Pipa ini akan
memberikannya akses langsung ke Teluk Aden dan Samudera Hindia untuk
mencapai pasar Asia. Ini juga ditegaskan oleh Eye Nafeez Ahmed. Ada apa
di Teluk Eden? Konon, di sana, tepatnya di Hadramaut, ada kandungan
uranium yang sangat melimpah.
Selain Uranium, Yaman adalah negeri yang kaya minyak. Selama ini, minyak Yaman terbagi dalam 35 blok, digarap banyak perusahaan dari berbagai negara, seperti Uni Emirat Arab melalui Crescent Petroleum Company dan Bin Ham Group, Kuwait melalui Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (Kufpec). Inggris melalui Hunt Oil Company, Clyde Petroleum, Italia melalui Agip, Prancis melalui Total, Irlandia melalui Tullow Oil, Norwegia dengan Norsk Hydro sementara Belanda melalui Oranje-Nassau Energie dan Elf Petroland. Amerika Serikat melalui Sun Company, Chevron Corporation, Exxon Corporation, Unocal, Occidental Petroleum Company, Consolidated Contractors International Company, Arco, dan Red Eagle Resources Corporation. Sementara tetangga utara AS, kanada masuk melalui Canadian Occidental Petroleum. Negara Asia seperti Jepang masuk melalui C Itoh & Company, Idemitsu Oil & Gas dan menggandeng Indonesia Petroleum (Inpex – Japan). Selain Inpex, terdpat anak usaha PT Bumi Resources Tbk, Gallo Oil (Jersey) Ltd. Sementara Yaman masuk melalui Coplex, Ansan Wikfs dan Hoodoil. Hadramaut sendiri adalah adalah daerah terkaya di Yaman dengan 26 juta penduduk, 50% daratan, 80% dari ekspor minyak, dan cadangan emas senilai $ 4 miliar.
Saat Iran dan Oman menandatangani perjanjian untuk pipa gas tahun 2014, pemerintah Saudi meningkatkan upayanya menguasai pipa Hadramaut di Yaman. Pada saat Houthi menguasai pemerintah, Riyadh mulai keliyengan mengatur syahwat minyaknya, dan memulai melakukan pemboman di bulan berikutnya.
Itulah sebabnya, sebrutal-brutalnya serangan Saudi ke Yaman, mereka tidak menarget Hadramaut, yang sekarang di bawah kendali al-Qaeda. Pasukan al-Qaeda sengaja ditempatkan oleh Saudi untuk menjadi proxy mereka di Yaman. Maka, pelabuhan dan bandara internasional al-Mukalla tetap beroperasi seperti biasanya, karena bom-bom yang dilancarkan oleh Saudi ke Yaman dilakukan hanya atas dasar syahwat minyaknya semata. Seperti juga yang telah mereka lakukan di Suriah, dimana afiliasi al-Qaeda Jabhat al-Nusra dianggap oleh Arab Saudi sebagai kekuatan proxy untuk melawan pemerintah Assad.
Menurut Mayor Rob Taylor, perang sipil Suriah sebenarnya perang pipa dan energi, dengan Arab Saudi, Qatar dan Turki sebagai korlapnya, untuk menghabisi Assad sehingga mereka dapat mengontrol Suriah dan menjalankan pipa mereka sendiri melalui Turki. Demikian juga dengan Yaman.
Inilah yang disebut dalam Kabel Rahasia dan Konfirmasi Resmi Pemerintah Belanda itu bahwa perang di Yaman itu dimotivasi oleh fantasi pipanisasi gas Saudi Arabia yang dibackup oleh Amerika Serikat. Hampir 3,000 penduduk sipil disembelih dan jutaan lainnya mengungsi, ini dilakukan oleh Saudi Arabia, dibackup oleh Amerika Serikat dan Inggris. Lebih dari 14 juta warga Yaman menghadapi kelaparan– naik 12 percent sejak Juni 2015. Lebih dari 3 juta anak menderita malnutrisi, 20 juta orang tak dapat mengakses air bersih.
Pasukan laknat Saudi Arabia secara sistematis memborbardir permukiman penduduk sipil Yaman, termasuk camp-camp pengungsian; tempat berkumpulnya warga, termasuk pernikahan, pemakaman, kendaraan sipil, termasuk bis; fasilitas kesehatan; sekolah-sekolah; masjid-masjid; pasar-pasar, pabrik-pabrik gudang-gudang penyimpanan; dan infrastruktur sipil lain, seperti airport di Sanaa, pelabuhan di Hudaida dan rute-rute transit domestik.
Di bulan Muharram yang mulia ini, perang Yaman tak menyisahkan apa-apa kecuali luka cabikan di serpihan-serpihan hati setiap manusia yang punya hati. Kain lusuhnya menutupi tubuh yang tak lagi muda. Kehinaannya menjadi perhiasan bagi anjing-anjing yang sejak dulu hingga sekarang berbangga atas pembantaian al-Husain, keluarga, dan para pembelanya. Perang di Yaman ini pengulangan atas kekuasaan hina yang dipegang oleh keluarga yang terlaknat. Sejak zamannya Muawiyah, Yazid, hingga Bani Saud, manusia sebagai keluarga Allah dianggap sebagai pasir kotor di sela-sela sepatu, dikalahkan oleh minyak, gas, emas, dan kekayaan lainnya. Kemunafikan mereka bekerjasama dengan Inggris membentuk Israel menjadikan mereka lebih bedebah dari seekor tengu. Semua demi gas. Dan hanya demi gas itu, jutaan warga Yaman diperlakukan seperti binatang. Seolah terdengar rintihan Imam Husain di kejauhan: Oh, zaman. Alangkah buruk engkau sebagai teman. Betapa banyak peristiwa sedih telah terjadi. Pada pagi dan petang hari. Peristiwa-peristiwa yang menimpa para sahabat yang menuntut balas terbunuhnya keluarga. Dan engkau, wahai zaman, tidak puas dengan pengganti menuntut terus tiada henti. Sesungguhnya, Segala urusan kembali pada Yang Maha Esa. Semua makhluk hidup menempuh jalan itu juga (Khoiron MA).
Selain Uranium, Yaman adalah negeri yang kaya minyak. Selama ini, minyak Yaman terbagi dalam 35 blok, digarap banyak perusahaan dari berbagai negara, seperti Uni Emirat Arab melalui Crescent Petroleum Company dan Bin Ham Group, Kuwait melalui Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (Kufpec). Inggris melalui Hunt Oil Company, Clyde Petroleum, Italia melalui Agip, Prancis melalui Total, Irlandia melalui Tullow Oil, Norwegia dengan Norsk Hydro sementara Belanda melalui Oranje-Nassau Energie dan Elf Petroland. Amerika Serikat melalui Sun Company, Chevron Corporation, Exxon Corporation, Unocal, Occidental Petroleum Company, Consolidated Contractors International Company, Arco, dan Red Eagle Resources Corporation. Sementara tetangga utara AS, kanada masuk melalui Canadian Occidental Petroleum. Negara Asia seperti Jepang masuk melalui C Itoh & Company, Idemitsu Oil & Gas dan menggandeng Indonesia Petroleum (Inpex – Japan). Selain Inpex, terdpat anak usaha PT Bumi Resources Tbk, Gallo Oil (Jersey) Ltd. Sementara Yaman masuk melalui Coplex, Ansan Wikfs dan Hoodoil. Hadramaut sendiri adalah adalah daerah terkaya di Yaman dengan 26 juta penduduk, 50% daratan, 80% dari ekspor minyak, dan cadangan emas senilai $ 4 miliar.
Saat Iran dan Oman menandatangani perjanjian untuk pipa gas tahun 2014, pemerintah Saudi meningkatkan upayanya menguasai pipa Hadramaut di Yaman. Pada saat Houthi menguasai pemerintah, Riyadh mulai keliyengan mengatur syahwat minyaknya, dan memulai melakukan pemboman di bulan berikutnya.
Itulah sebabnya, sebrutal-brutalnya serangan Saudi ke Yaman, mereka tidak menarget Hadramaut, yang sekarang di bawah kendali al-Qaeda. Pasukan al-Qaeda sengaja ditempatkan oleh Saudi untuk menjadi proxy mereka di Yaman. Maka, pelabuhan dan bandara internasional al-Mukalla tetap beroperasi seperti biasanya, karena bom-bom yang dilancarkan oleh Saudi ke Yaman dilakukan hanya atas dasar syahwat minyaknya semata. Seperti juga yang telah mereka lakukan di Suriah, dimana afiliasi al-Qaeda Jabhat al-Nusra dianggap oleh Arab Saudi sebagai kekuatan proxy untuk melawan pemerintah Assad.
Menurut Mayor Rob Taylor, perang sipil Suriah sebenarnya perang pipa dan energi, dengan Arab Saudi, Qatar dan Turki sebagai korlapnya, untuk menghabisi Assad sehingga mereka dapat mengontrol Suriah dan menjalankan pipa mereka sendiri melalui Turki. Demikian juga dengan Yaman.
Inilah yang disebut dalam Kabel Rahasia dan Konfirmasi Resmi Pemerintah Belanda itu bahwa perang di Yaman itu dimotivasi oleh fantasi pipanisasi gas Saudi Arabia yang dibackup oleh Amerika Serikat. Hampir 3,000 penduduk sipil disembelih dan jutaan lainnya mengungsi, ini dilakukan oleh Saudi Arabia, dibackup oleh Amerika Serikat dan Inggris. Lebih dari 14 juta warga Yaman menghadapi kelaparan– naik 12 percent sejak Juni 2015. Lebih dari 3 juta anak menderita malnutrisi, 20 juta orang tak dapat mengakses air bersih.
Pasukan laknat Saudi Arabia secara sistematis memborbardir permukiman penduduk sipil Yaman, termasuk camp-camp pengungsian; tempat berkumpulnya warga, termasuk pernikahan, pemakaman, kendaraan sipil, termasuk bis; fasilitas kesehatan; sekolah-sekolah; masjid-masjid; pasar-pasar, pabrik-pabrik gudang-gudang penyimpanan; dan infrastruktur sipil lain, seperti airport di Sanaa, pelabuhan di Hudaida dan rute-rute transit domestik.
Di bulan Muharram yang mulia ini, perang Yaman tak menyisahkan apa-apa kecuali luka cabikan di serpihan-serpihan hati setiap manusia yang punya hati. Kain lusuhnya menutupi tubuh yang tak lagi muda. Kehinaannya menjadi perhiasan bagi anjing-anjing yang sejak dulu hingga sekarang berbangga atas pembantaian al-Husain, keluarga, dan para pembelanya. Perang di Yaman ini pengulangan atas kekuasaan hina yang dipegang oleh keluarga yang terlaknat. Sejak zamannya Muawiyah, Yazid, hingga Bani Saud, manusia sebagai keluarga Allah dianggap sebagai pasir kotor di sela-sela sepatu, dikalahkan oleh minyak, gas, emas, dan kekayaan lainnya. Kemunafikan mereka bekerjasama dengan Inggris membentuk Israel menjadikan mereka lebih bedebah dari seekor tengu. Semua demi gas. Dan hanya demi gas itu, jutaan warga Yaman diperlakukan seperti binatang. Seolah terdengar rintihan Imam Husain di kejauhan: Oh, zaman. Alangkah buruk engkau sebagai teman. Betapa banyak peristiwa sedih telah terjadi. Pada pagi dan petang hari. Peristiwa-peristiwa yang menimpa para sahabat yang menuntut balas terbunuhnya keluarga. Dan engkau, wahai zaman, tidak puas dengan pengganti menuntut terus tiada henti. Sesungguhnya, Segala urusan kembali pada Yang Maha Esa. Semua makhluk hidup menempuh jalan itu juga (Khoiron MA).
Komentar
Posting Komentar