Langsung ke konten utama

SIAPA YANG MAU MENERAPKAN SYARIAH?

Dahulu, orang yang pertama kali merusak agama Ismail adalah Amr bin Luhay bin Qam'ah bin Khandzaf al-Khuza'i. Dia membawa Hubal dari Bani Amlek bin Lawidz bin Syam bin Nuh. Dia apercaya bahwa Hubal akan memberinya rejeki dan keamanan. Sejatinya yang dibawa oleh Amr al-Khuza'i adalah kebodohan, illiterasi, dan keengganan berpikir. Tiga hal ini merusak agama Ismail menjadi paganisme, seperti membawa keabiasaan buruk zoroaster yang dilakukan oleh Yezderged II dengan mengawini anaknya sendiri, masdakisme yang menjadikan perempuan sebagai milik bersama, atau keburukan kolonialisme Romawi yang juga gemar bertentangan dengan Kristen Syria dan Mesir.
Dalam sufisme, hubal ini bukan hanya berwujud patung yang disembah, melainkan apa pun selain Allah yang disembah dan dipuja-puja. Diantara hal2 yang disembah adalah jabatan yang disalahgunakan, anak dan istri yang melalaikan, harta yang menjauhkan dari Allah, dan kekuasaan yang diselewengkan. Menurut Ibnu Athaillah Assakandari, tak ada yang bisa menghilangkan berhala2 itu sesempurna pemuda, dan tidak ada pemuda kecuali Ali bin Abi Thalib.
Jika tiba2 ada partai politik yang prestasi terbrsarnya adalah korupsi, atau organisasi pendukung ISIS yang ingin menegakkan syariah, kira2 syariah macam apa yang akan mereka terapkan? Syariah penggal potong bagi musuh dan penjualan orang merdeka sebagai budak2 yang biasa dilakukan oleh ISIS? Atau apa? Apakah mau jika anggota partai pendukung syariah ini dipotong tangannya jika ketahuan korupsi? Apa mau dirajam sampai mati jika ada bukti bahwa anggota2 partai itu pernah menerima gratifikasi sex? Saya yakin banyak yang akan kehilangan tangan dan mati dirajam jika benar syariah ini diterapkan dengan benar. Tapi, saya juga berkeyakinan, ini hanya omong kosong politik saja.
Jangan lupa, agama pun bisa menjadi berhala2 bagimu jika kaujadikan agama itu kedok untuk nafsu politik. Judul syariah hanya dipakai untuk membuat kebrutalan ISIS merajalela di negeri ini.
Jangan sampai kita kembali lagi ke zaman jahiliyah seperti yang diinisiasi oleh Amr al-Khuza'i, jika kita nyaman dengan keasyikan bertaqlid tanpa mau berpikir dan belajar berpikir.
Menurut Ibnu Bayyah, bahkan jika pun negara menerapkan syariat Islam tak berarti negara itu benar2 menerapkan syariah Islam tanpa menjaga kondisi (dhurūf), sebab2 (asbāb), dan penghalang2 (mawāni'); maksudnya tanpa me-maintan kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Gampangannya: berbicara syariah jangan ngomong masalah hukumannya saja, tp juga perangkat keadilan dan kesejahteraan rakyat menurut Islam juga. Dan dalam konsep ini, benar, bahkan negara yang menganut syariah Islam saja blm tentu menerapkan syariah itu sendiri. Nabi SAW bersabda:
وإذا حاصرت أهل حصن فأرادوك أن تنزلهم على حكم الله فلا تنزلهم على حكم الله، ولكن أنزلهم على حكمك، فإنك لا تدري أتصيب حكم الله فيهم أم لا
‘’Jika engkau mengepung suatu benteng, lalu penghuni benteng tersebut meminta agar kamu memperlakukan mereka sesuai dengan hukum Allah maka janganlah kamu memperlakukan mereka dengan hukum Allah. Akan tetapi perlakukanlah mereka sesuai dengan hukummu, karena kamu tidak tahu apakah kamu tepat dalam memperlakukan mereka sesuai dengan hukum Allah atau tidak.” (Hadits riwayat Muslim dan lainnya dari hadits Buraidah bin Al Hushaib)
يحْكُمُ بِهِ ذَوَا عَدْلٍ مِّنكُمْ
Menurut putusan dua orang yang adil diantara kamu. (Qs. Al-Naidah 95)
فابعثوا حكمًا من أهله وحكمًا من أهلها
"Maka kirimlah seorang hakim dari keluarga laki-laki dan seorang hakim dari keluarga perempuan." (Annisa 35)
1 hadis dan 2 ayat ini, menurut Ibnu Bayyah, adalah dalil bahwa agama membuka seluas2nya pada ikut campurnya akal pikiran jika menyangkut urusan manusia dan kemaslahatannya.
Terakhir, tahukah Anda inti dari syariah Islam? Intinya adalah menolak kemudharatan dan mendatangkan kemaslahatan (daf'u al-mafaasid wa jalbu al-mashaalih). Siapa saja yang bisa mendatangkan pembangunan yang hebat bagi bangsa ini dan menangkal marabahaya, dia telah melaksanakan inti dari syariah Islam. Ojo ngomong syariah gur ngomongi hukumane thok, tapi fasilitas2 pelaksanaan syariah seperti menghilangkan kemiskinan, kebodohan, memberikan kenyamanan dan keamanan, tidak dipenuhi. Dan selama partai2 korup itu yang berkoar2 menjanjikan kesejahteraan, saya 1000% tidak percaya. (Khoiron MA)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AL-MUKMINU MIR’ATUL MUKMIN

Syaikh Abdul Qadir al-Jailani mengartikan hadis dalam judul tulisan ini adalah bahwa orang mukmin itu adalah cermin dari Allah Yang Maha Pemberi rasa aman. Maksudnya adalah bahwa jika ingin melihat apakah seseorang itu dekat dengan Allah atau tidak, maka lihatlah perilakunya. Jika perilakunya dalam tataran tertentu itu seperti Allah dalam sifat-sifat yang boleh dimiliki oleh manusia, maka manusia itu dekat dengan Allah. Sifat-sifat itu adalah seperti Pengasih, Penyayang, Penyabar, Penyantun, Pemurah, Memberikan rahmat, Menyebarkan kedamaian, Menyenangkan makhluk lain, Kreatif, Lembut, Memberi/membagi rizki, Pemaaf, Menolong, Memberi penghargaan, Mencintai, Mengayomi, dan Mendidik/mengajarkan ilmu. Sedangkan Maulana Jalaluddin Rumi mengartikan hadis al-Mukminu Mir’atul Mukmin itu adalah bahwa seorang mukmin itu adalah cermin bagi mukmin yang lain. Jika ada orang mukmin yang beruat buruk, maka keburukannya adalah keburukan kita juga. Dengan cara tertentu seharusnya seti...

Sejarah Babi di Arab dan Timur Tengah (6)

Ini kelanjutan "kuliah virtual" tentang "Bab Perbabian" yang sudah cukup lama terlupakan. Dalam berbagai kuliah virtualku sebelumnya, saya sudah menguraikan panjang lebar tentang sejarah timbul dan tenggelamnya makhluk bernama babi (baik "babi liar" maupun "babi domesik") di kawasan Arab dan Timur Tengah pada umumnya. Silakan buka-buka sendiri file tentang ini, jika berminat. Seperti sudah saya jelaskan sebelumnya, ada banyak teori dan pandangan tentang kenapa babi musnah di sebagian besar wilayah di Timur Tengah (di sebagian wilayah Turki, Libanon, Iran, dan Aljazair masih bisa dijumpai hewan babi ini). Pula, sudah saya jelaskan, larangan terhadap babi ini bukan hanya dilaukan oleh suku-suku Israel kuno (Israelite) saja tetapi juga oleh suku-suku lain yang mendiami kawasan Timur Tengah. Begitu pula, saya sudah menjelaskan kalau dulu, dulu sekali, jauh sebelum era Masehi (apalagi era Islam), babi adalah "binatang primadona...

Musuh Islam

Banyak orang Islam yang hidup di abad XXI dengan alam pikiran abad VII. Maksudnya? Ya. Mereka masih memelihara mind set orang-orang Islam di masa Mekkah dan Madinah. Di masa itu orang Islam dimusuhi oleh Quraisy Mekah, diteror, dan diperangi. Sekarang pun pikiran mereka masih seperti itu, selalu menganggap ada sekelompok manusia yang memusuhi Islam, Orang-orang ini selalu menghubungkan kejadian apapun dengan prinsip bahwa Islam selalu dimusuhi dan dizalimi. Apapun yang dilakukan oleh orang lain, dimaknai dengan cara seperti itu. Jangankan perbuatan jahat, perbuatan baik pun mereka curigai. Orang memberi bantuan pada korban bencana, misalnya, mereka tuduh hendak memurtadkan. Tak cukup sampai di situ. Mereka bahkan berfantasi soal orang-orang Islam sendiri, yang mereka tuduh munafik, dan bekerja untuk menghancurkan Islam dari dalam. Yang berbeda pandangan dengan mereka, langsung divonis begitu. Sakit, bukan? Sebenarnya, kalau mereka mau baca sejarah sedikit saja, suasana dizalimi itu...