Langsung ke konten utama

Jilbabsiana

Gw itu suka aneh kalu ada orang bilang jilbab itu kewajiban agama islam. Katanya ada di quran .. bla .. bla .. bla. Pas gw tanya kenapa perintah memanjangkan jilbab di quran cuma untuk keluarga nabi dan wanita2 mukmin , kenapa kaum amatun mukminatun (budak wanita beriman) dikecualikan ?
Dianya jawab dengan susah-payah, udah gitu salah karena ngarang sendiri.
Terus gw tanya kenapa Umar bin Khattab malah melarang budak wanita beriman menggunakan jilbab, pan katanya itu kewajiban agama ?
Dan jawabannya ngasal banget yang penting keliatan religius.

Itulah akibatnya kalu belajar agama gak ngerti sejarah, jadinya pan malah pekok. Pusing sendri buat nyari alesan.
Sampe ada yang bilang bahwa wanita disuruh berjilbab supaya tidak diperkosa.
Terus gw bilang sama dia,"bukankah istri kamu berjilbab dan dia bergaul secara terbatas dengan teman-teman yang berjilbab juga ? "
Dia jawab ," iya".
Terus gw bilang ke dia," kalau begitu pikiran kamu, itu sama saja kamu menaruh curiga pada temanmu sendiri, saudaramu sendiri dan orang tuamu sendiri. Bahwa kamu takut mereka memperkosa istri kamu. Jadi yang "tukang merkosa" itu orang2 terdekatmu sendiri, bukan orang yang tidak kamu kenal".
Dia langsung diem gak bisa jawab.
Jilbab di jaman sekarang ntu cuma mode berpakaian , sama aja kek model-model pakaian yang lain, kagak ada religius-religiusnya.
Kalu jaman dulu di arap sonoh, jilbab tuh dipake sebagai sebuah penanda bahwa dirinya bukan amah alias budak. Soalnya cuma wanita merdeka yang boleh pake jilbab.
Kalu di nusantara jaman sekarang yang tidak ada perbudakan , jilbab itu cuma model berpakaian. Gak usah kelewat serius, kagak baek.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AL-MUKMINU MIR’ATUL MUKMIN

Syaikh Abdul Qadir al-Jailani mengartikan hadis dalam judul tulisan ini adalah bahwa orang mukmin itu adalah cermin dari Allah Yang Maha Pemberi rasa aman. Maksudnya adalah bahwa jika ingin melihat apakah seseorang itu dekat dengan Allah atau tidak, maka lihatlah perilakunya. Jika perilakunya dalam tataran tertentu itu seperti Allah dalam sifat-sifat yang boleh dimiliki oleh manusia, maka manusia itu dekat dengan Allah. Sifat-sifat itu adalah seperti Pengasih, Penyayang, Penyabar, Penyantun, Pemurah, Memberikan rahmat, Menyebarkan kedamaian, Menyenangkan makhluk lain, Kreatif, Lembut, Memberi/membagi rizki, Pemaaf, Menolong, Memberi penghargaan, Mencintai, Mengayomi, dan Mendidik/mengajarkan ilmu. Sedangkan Maulana Jalaluddin Rumi mengartikan hadis al-Mukminu Mir’atul Mukmin itu adalah bahwa seorang mukmin itu adalah cermin bagi mukmin yang lain. Jika ada orang mukmin yang beruat buruk, maka keburukannya adalah keburukan kita juga. Dengan cara tertentu seharusnya seti...

Sejarah Babi di Arab dan Timur Tengah (6)

Ini kelanjutan "kuliah virtual" tentang "Bab Perbabian" yang sudah cukup lama terlupakan. Dalam berbagai kuliah virtualku sebelumnya, saya sudah menguraikan panjang lebar tentang sejarah timbul dan tenggelamnya makhluk bernama babi (baik "babi liar" maupun "babi domesik") di kawasan Arab dan Timur Tengah pada umumnya. Silakan buka-buka sendiri file tentang ini, jika berminat. Seperti sudah saya jelaskan sebelumnya, ada banyak teori dan pandangan tentang kenapa babi musnah di sebagian besar wilayah di Timur Tengah (di sebagian wilayah Turki, Libanon, Iran, dan Aljazair masih bisa dijumpai hewan babi ini). Pula, sudah saya jelaskan, larangan terhadap babi ini bukan hanya dilaukan oleh suku-suku Israel kuno (Israelite) saja tetapi juga oleh suku-suku lain yang mendiami kawasan Timur Tengah. Begitu pula, saya sudah menjelaskan kalau dulu, dulu sekali, jauh sebelum era Masehi (apalagi era Islam), babi adalah "binatang primadona...

Musuh Islam

Banyak orang Islam yang hidup di abad XXI dengan alam pikiran abad VII. Maksudnya? Ya. Mereka masih memelihara mind set orang-orang Islam di masa Mekkah dan Madinah. Di masa itu orang Islam dimusuhi oleh Quraisy Mekah, diteror, dan diperangi. Sekarang pun pikiran mereka masih seperti itu, selalu menganggap ada sekelompok manusia yang memusuhi Islam, Orang-orang ini selalu menghubungkan kejadian apapun dengan prinsip bahwa Islam selalu dimusuhi dan dizalimi. Apapun yang dilakukan oleh orang lain, dimaknai dengan cara seperti itu. Jangankan perbuatan jahat, perbuatan baik pun mereka curigai. Orang memberi bantuan pada korban bencana, misalnya, mereka tuduh hendak memurtadkan. Tak cukup sampai di situ. Mereka bahkan berfantasi soal orang-orang Islam sendiri, yang mereka tuduh munafik, dan bekerja untuk menghancurkan Islam dari dalam. Yang berbeda pandangan dengan mereka, langsung divonis begitu. Sakit, bukan? Sebenarnya, kalau mereka mau baca sejarah sedikit saja, suasana dizalimi itu...