Kemarin dulu sane datang ke Bank MBA mau pinjem duit. Gak banyak sih
cuma 50 jt. Terus sane ditanya punya agunan gak yang bisa diberikan pda
bank. Sane jawab punya dan sangat berharga.
Si pegawe bank nanya agunannya apa tanah bersertifikat atau surat berharga lainnya ?
Sane jawab,"sane mau menggunakan agama sebge agunan".
Si pegawe bank malah bilang, "agama gak bisa dijadikan agunan pak. Agunan itu harus sesuatu yang berharga seperti surat tanah atau surat berharga lainnya".
Sane,"anda kok malah menganggap agama tidak berharga, itu pelecehan. Bisa dilaporkan ke polisi dan anda akan dibawa ke pengadilan. Saking berharganya agama, si rijiek bisa dapet pajero gratis, Kaum politikus menawarkan agama mereka supaya dipilih rakyat. Anda tahu berapa banyak uang yang berputar di dunia politik ? ribuan trilyun bukan cuma 50 jt. Dan orang2 menggunakan agama mereka sebagai jaminan meskipun kemudian masuk penjara gara2 korupsi. Bagaimana bisa anda menganggap agama tidak berharga untuk dijadikan agunan di bank. Ini jelas penghinaan. "
Si pegawe bank tetep ngotot bilang agama gak bisa dijadikan agunan. Sane jadi kesal dan pergi mencari bank lain yang bisa menerima agama sebagai agunan. Sayangnya sampe sekarang sane belum menemukan satu pun bank yang mau menerimanya. Bank ternyata diisi para tafir yang menganggap surat tanah lebih berharga dibanding agama.
Si pegawe bank nanya agunannya apa tanah bersertifikat atau surat berharga lainnya ?
Sane jawab,"sane mau menggunakan agama sebge agunan".
Si pegawe bank malah bilang, "agama gak bisa dijadikan agunan pak. Agunan itu harus sesuatu yang berharga seperti surat tanah atau surat berharga lainnya".
Sane,"anda kok malah menganggap agama tidak berharga, itu pelecehan. Bisa dilaporkan ke polisi dan anda akan dibawa ke pengadilan. Saking berharganya agama, si rijiek bisa dapet pajero gratis, Kaum politikus menawarkan agama mereka supaya dipilih rakyat. Anda tahu berapa banyak uang yang berputar di dunia politik ? ribuan trilyun bukan cuma 50 jt. Dan orang2 menggunakan agama mereka sebagai jaminan meskipun kemudian masuk penjara gara2 korupsi. Bagaimana bisa anda menganggap agama tidak berharga untuk dijadikan agunan di bank. Ini jelas penghinaan. "
Si pegawe bank tetep ngotot bilang agama gak bisa dijadikan agunan. Sane jadi kesal dan pergi mencari bank lain yang bisa menerima agama sebagai agunan. Sayangnya sampe sekarang sane belum menemukan satu pun bank yang mau menerimanya. Bank ternyata diisi para tafir yang menganggap surat tanah lebih berharga dibanding agama.
Komentar
Posting Komentar