Meski mengklaim Quran itu sesuai sains, banyak orang Islam yang menolak teori evolusi. Salah satunya, Harun Yahya. Bersi lainnya adalah Zakir Naik, yang kini sedang jadi idola banyak orang Islam di Indonesia.
Penolakan terhadap teori evolusi oleh orang Islam ini sebenarnya tak terlalu orisinil. Ketika Darwin mengungkapkan gagasannya tentang evolusi, ia ditentang oleh gereja. Sampai sekarang pun ada banyak orang dari kalangan Kristen yang menolaknya. Boleh dibilang, orang Islam yang sekarang menolak sebenarnya hanya mengekor pada kalangan kreasionis Kristen.
Kenapa ditolak? Karena teori ini seakan membantah bahwa makhluk hidup, khususnya manusia, diciptakan Tuhan. Kalau berproses melalui evolusi, seolah tercipta dengan sendirinya. Dalam hal ini Islam dan Kristen sama pandangannya. Manusia itu diciptakan Tuhan, tinggal di surga, kemudian turun ke bumi. Mana ada evolusi di situ.
Tapi baiklah. Kalau menurut orang Islam teori evolusi itu salah, maka biarlah begitu. Kita hanya perlu bertanya, bagaimana proses kejadian manusia serta makhluk-makhluk lain, menurut versi Islam.
Kalau kita baca Quran dan hadist, manusia itu diciptakan dari tanah yang diberi bentuk. Lebih detil lagi, misalnya, seperti yang dibahas oleh Ibnu Katsir dalam buku berjudul "Kisah Para Nabi", setelah diberi bentuk, kepada sosok manusia pertama itu kemudian ditiupi ruh. Saat ruhnya mencapai hidunh, ia bersin.
Silakan anut teori itu.
Ada pula teori gathukan yang dicetuskan oleh Bucaille. Kata Bucaille, yang dimaksud tercipta dari tanah itu adalah manusia itu tercipta dari berbagai unsur yang terkandunh dalam tanah, seperti nitrogen, karbon, oksigen, dan hidrogen. Adakah dasarnya dalam Quran maupun hadist? Tidak. Adakah gathukan itu memberi gambaran yang lebih detil tentang bagaimana manusia itu diciptakan? Tidak.
Orang-orang anti teori revolusi itu hanya bisa membantah, tanpa mengajukan alternatif. Itu salah, kata mereka. Tapi yang benarnya bagaimana? Tidak tahu.
Kenapa begitu? Karena mereka tidak melakukan riset. Teori evolusi dibagun Darwin dengan riset. Kini pun, ada ratusan ribu, agau bahkan jutaan peneliti melakukan riset di bidang ini. Apakah orang seperti Harun Yahya dan Zakir Naik itu melakukan riseyt? Tidak. Apa yang pernah mereka hasilkan? Tidak ada. Mereka hanya meramu fakta-fakta yang dihasilkan para peneliti, diramu dengan ngawur, dicocok-cocokkan, untuk dibahas di panggung.
Coba tanya, adakah gambaran komprehensif versi mereka? Tidak ada. Karena mereka memang tidak punya. Lalu, apa yang mereka punya? Tidak ada. Mereka itu entertainer, penghibur. Mereka menghadirkan hal-hal menyenangkan yang ingin didengar orang, macam stand up comedy. Apakah seorang pelawak stand up comedy punya teori comprehensif? Tidak.
Riset-riset evolusi tidak lagi sekedar berkutat pada soal reka-reka soal bagaimana hidup tercipta dulu. Berbais teori ini orang sudah bisa merancang, bagaimana makhluk hidup kelak. Pemahaman soal species membuat manusia bisa menciptakan berbagai varietas tumbuhan maupun hewan baru. Dalam format yang lebih canggih, orang sudah melakukan rekayasa genetika, sampai bisa melakukan kloning. Manfaat riset-riset ini sudah banyak dirasakan oleh manusia.
Apa yang dihasilkan oleh kaum anti evolusi seperti Harun Yahya dan Zakir Naik? Hasilnya, sejumlah orang yang makin yakin bahwa mereka akan masuk surga. Selebihnya, sejumlah uang bagi pundi-pundi Zakir dan Harun.
Well, kalau mau, kaum muslim kaffah bisa mulai melakukan riset, melalui 212 Research Institute, tentang bagaimana Tuhan menciptakan manusia, dengan tanah sebagai bahan baku. Kita tunggu saja.
Komentar
Posting Komentar